About Me

Sabtu, 27 November 2010

Alasan Mengapa Aku Memecat Sekertaris

Dua minggu yang lalu adalah ulang tahunku yang ke-35 dan mood ku tidak terlalu baik pagi itu.

Aku turun untuk sarapan dengan harapan istriku akan mengucapkan dengan penuh sukacita “ Selamat ulang tahun suamiku tersayang “ dan mungkin saja dengan sebuah kado ulang tahun untukku. Waktu berlalu dan bahkan dia tidak mengucapkan selamat pagi. Aku berpikir, ya , itulah istriku, tapi mungkin anak-anakku akan mengingat kalu hari ini aku berulang tahun.

Anak-anak datang ke meja makan untuk sarapan, namun mereka juga tidak mengatakan satu patah katapun. Akhirnya aku berangkat ke kantor dengan perasaan kecewa dan sedih.

Ketika aku masuk keruangan, sekretarisku, Janet, menyapaku “ Selamat pagi boss, selamat ulang tahun ! “

Dan akhirnya aku merasa sedikit terobati mengetahui ada seseorang yang mengingat hari ulang tahunku.

Aku bekerja samapai tengah hari dan kemudian Janet mengetuk pintu ruanganku dan berkata “ Apakah anda tidak menyadari bahwa hari ini begitu cerah diluar dan hari ini adalah hari ulang anda, mari kita pergi makan siang, hanya kita berdua “

Aku berkata “ Wow, itu adalah perkataan yang luar biasa yang saya dengar hari ini, mari kita pergi “

Kami berdua pergi makan siang. Kami tidak pergi ketempat dimana kami biasanya makan siang, tetapi kami pergi ketempat yang sepi. Kami memesan 2 botol martiny dan sangat menikmati makan siang kami.

Dalam perjalan pulang kekantor , dia berkata “ anda tahu ini adalah hari yang begitu indah, kita tidak perlu kembali ke kantor kan ? “

“ Tidak perlu, saya pikir tidak perlu “ jawabku.

Lalu dia mengajak saya untuk mampir ke apartemennya.

Setelah tiba di apartemennya, dia berkata “ Boss, jika anda tidak keberatan, saya akan pergi keruang tidur dan melepaskan sesuatu agar lebih nyaman “

Tentu saja sahutku dengan gembira. Dia pergi kekamar tidur dan kira-kira enam menit kemudian dia keluar membawa kue ulan tahun yang besar diiringi oleh istri, anak-anak, dan sejumlah rekan kerja kami sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun.

Aku hanya duduk terpaku disana.

Di sebuah sofa panjang, telanjang tanpa sehelai benangpun……..

Kamis, 11 November 2010

Keluarga Gokil

Alkisah ada 3 orang saudara, sebut saja mereka Vira, Voni, dan Veni yang dinikahkan secara masal oleh orangtuanya. Setelah itu mereka pergi berbulan madu bersamaan. Kalau Vira pergi ke Pulau Batam, Voni pergi Ke Kepulauan Seribu dan Veni si bungsu pergi ke Bali .

Namanya orang Tua sayang sama anak, selama mereka berbulan madu kedua Orang Tua mereka minta dikirim kabar tentang segala yang terjadi selama mereka berbulan madu.

Tapi agar berita yang dikirim singkat dan tidak terlalu Vulgar, mereka menggunakan Kode/Sandi tentang moto-moto Iklan. Supaya praktis dan murah, berita dikirim lewat SMS.

3 hari setelah kepergian anak mereka berbulan madu, diterimalah sebuah SMS yang rupanya dari VIRA di Pulau Batam. Isi beritanya cukup sederhana, STANDARD CHARTERED. Setelah membaca berita tersebut mereka mencari Iklan Standard Chartered di koran dan terbacalah tulisan besar berbunyi, BESAR, KUAT dan BERSAHABAT! .

Tersenyumlah kedua orang tua mereka membaca berita dari Vira. Hari ke 4 datang SMS kedua, yang rupanya berasal dari Voni di Kepulauan Seribu. Isi beritanya juga cukup singkat yaitu, NESCAFE. Setelah membaca surat tersebut, dengan tergesa-gesa kedua orang tua mereka mencari koran dan membaca Iklan NESCAFE yang berbunyi, NIKMATNYA SAMPAI TETES TERAKHIR.

Maka kedua orang tua mereka pun tersenyum bahagia sambil sedikit haha.. hihi.. Hari ke 5 ditunggu tidak ada berita/SMS yang datang. Hari ke 6 begitu pula tidak ada sebuah SMS pun. Hari ke 7 begitu pula tidak ada kabar dari anak bungsu mereka si Veni yang berbulan Madu

Memasuki hari ke 8 akhirnya kedua orangtua mereka menerima SMS juga dari Veni yang berbulan madu di Bali dan isi beritanya cukup singkat, CATHAY PASIFIC. Segera kedua orang tua mereka mencari Iklan penerbangan Cathay Pasific yang ada dikoran, dan dijumpailah iklan penerbangan dengan tulisan besar:

7 KALI SEMINGGU, 3 KALI SEHARI, 5 JAM NON-STOP.

Senin, 20 September 2010

Kendaraan Di Surga

Tiga pria meninggal dan masuk surga.

Surga mempunyai peraturan bahwa setiap orang baik jahat maupun orang baik akan mendapat kendaraan yang pantas dengan perbuatannya.

Lelaki pertama tiba dan malaikat bertanya, “Berapa tahun kamu menikah?”

Jawab lelaki pertama, “20 tahun.”

“Berapa kali kamu mengkhianati istrimu?”

Jawab lelaki pertama, “5 kali.”

“Baiklah,” jawab sang malaikat, “Kamu boleh masuk tapi hanya mendapat Kijang.”

Lelaki pertama pun berlalu dengan Kijangnya.

Berikutnya adalah lelaki kedua. “Berapa tahun kamu menikah?”

Jawab lelaki kedua, “30 tahun.”

“Berapa kali kamu mengkhianati istrimu?”

“2 kali.”

“Lumayan… Kamu pantas mendapatkan BMW.”

Tibalah kini lelaki ketiga dan malaikat pun mengajukan pertanyaan yang sama yang dijawab si lelaki ketiga, “50 tahun.”

“Berapa kali kamu mengkhianati istrimu?”

“Tidak pernah.”

“Luar biasa! Ini kunci untuk Ferrari.”

Suatu hari, tatkala lelaki pertama dan kedua tadi tengah mengendarai
mobilnya, mereka melihat lelaki ketiga duduk di tepi jalan sambil menangis.

Mereka menghampirinya dan bertanya “Ngapain kamu nangis? Ga’ puas sama Ferrari?”

Jawab lelaki ketiga sambil mengusap air matanya, “Tadi aku berpapasan dengan istriku yang sedang naik sepeda…”

Minggu, 01 Agustus 2010

Lomba Anak Terbanyak

Suatu Yayasan Kesejahteraan Keluarga di Indonesia mengadakan lomba banyak-banyakan anak tingkat Internasional. Hasil akhir lomba tersebut di umumkan kepada khalayak penonton yang berada di stadion bola Senayan.

Dipanggilah juara ketiga dengan membawa 50 orang anaknya. “Inilah peserta dari India dengan 50 anak !… penonton pun bergumam “huuu…

Lalu dipanggil juara kedua yaitu peserta dari China dengan membawa 100 orang anaknya. “Penonton sekalian, juara kedua peserta dari China dengan 100 anak !… penonton bergumam lagi “huuu….

Tiba saatnya di Umumkan juara pertama, berjalan dengan pe-de nya sendirian ke tengah stadion. “Juara Pertama dari Indonesia !… Para Juri dan pemirsa TV siaran langsung agak terkejut sebentar (kenapa bisa juara, yah?), tapi kemudian terdengar suara semua penonton di stadion berteriak-teriak “Bapak ! Bapak ! Bapak !…..

Kaya Tapi Norak

Pada suatu hari ada orang betawi yg baru jual tanahnya 2 hektar namanya Romli, setelah tanahnya laku dan mendapat duit banyak si Romli ceritanya beli motor balap.

pas keluar dealernya si Romli langsung tancap gas tuh motor sekenceng-kencengnya…. di persimpangan jalan dia ngeliat mobil BMW, tuh mobil langsung dipepet sama si Romli sambil gedor-geduor kaca tuh mobil sampe yang punya mobil kaget….. duak…duak..duak…yang punya mobil buka kaca n nanya maksud si Romli

Yg punya mobil : ” ada apaan!?”
Romli : “woy lo punya gak motor kayak gini?”

pikir yang punya mobil, ini orang pera’ bgt mentang2 punya motor balap, dicuekinlah si Romli…. si Romli yg masih penasaran nge-gedor-gedor tuh mobil lagi..

Yg punya mobil :” apaan lagi siiih!!!!”
Romli : ” wooooy looo puuunnnyyyyaaaa gaaaakkkk mottttoooorrrr kkkaaaaayyyyyaaakkkk gggiiiiiinnnnniiiii…..i???”

yg punya mobil bt ditanyain mulu langsung banting stir si romli yg lg ngebut nabrak tuh mobil…dan jatuh plus bersimbah darah pula,yg punya mobil merasa iba langsung turun mau nolongin si romli

Yg punya mobil : ” eh..lo gak kenapa2 kan!?”
Romli : ” woy lo punya gak motor kayak gini? gue cuma mao nanya rem-nye dimaneeee…….

Buang Angin

Sepasang suami istri baru menikah, si suami ingin memberikan surprise pada istrinya, suatu hari si suami berkata kepada istrinya: “Sayang, kita pergi yuk, tapi mata kamu harus ditutup yah…!” “Kok harus ditutup sih mas…?” kata istrinya “Yah, pokoknya ada sesuatu untukmu…..” Merekapun berangkat dengan menggunakan taxi, begitu sampe di tempat yang dituju mereka turun, kemudian si suami mengajak istrinya masuk ke rumah baru yang dijadikan sebagai surprise untuk istriya, tapi si suami masih belum mengijinkan istrinya membuka tutup mata.

Ternyata si istri ingin buang angin, tapi karena masih malu sama suaminya si istri pura-pura minta tolong dibikinin minuman : “Mas, ambilin saya minum dong…!”
Suaminya kemudian pergi mengembil minuman, ketika suaminya pergi si istri buang angin “tuuuut..” Pas si suami datang membawa minuman, ternyata si istri masih ingin buang angin, akhirnya dia bilang ke suaminya … “Mas minumannya kurang manis, tambahin gula lagi yah….” Si suami pergi lagi untuk menambahkan gula pada minuman istrinya, ketika suaminya pergi si istri kentut lagi “tuuuuuut….” Kemudian si suami datang lagi untuk memberikan minuman, tapi ternyata si istri masih ingin buang angin, akhirnya dengan berberat hati si istri minta ditambahkan gula lagi, saat suami pergi istrinya kembali buang angin “Tuuuuut”

Akhirnya si istri merasa lega karena telah selesai dari keinginan buang anginnya. Ketika si suami tiba dan menyerahkan minuman, kemudian si suami membuka tutup mata si istrinya, si istri terkejut karena ternyata di rumah sudah banyak orang dan disampingnya ada mertuanya, sambil malu-malu si istri bertanya pada mertuanya “Oh Bapak, sudah lama datang..?” Kemudian sang mertua menjawab, “Sudah, sejak kentutan pertama…”

Jumat, 30 Juli 2010

Anak Presiden

Pada suatu hari Tutut (anaknya Soeharto), lewat di jalan tol di Jakarta.

Penjaga Tol: “3000 rupiah.”

Bu Tutut yang emang ngak punya uang seribuan mengeluarkan uang 50 ribu rupiah langsung saja menyodorkan tuch uang.

Penjaga Tol: “Ini Bu, kembaliannya.”

Bu Tutut: “Sudah… simpan saja buat keluarga anda.”

Penjaga tol merasa senang karena menerima 47 ribu rupiah dan langsung berterima kasih kepada Tutut.

Setelah beberapa jam Tommy dateng melewati jalan tol tersebut. Karena mereka tuch anaknya Soeharto, ngak punya uang receh, Tommy mengeluarkan uang 20 ribuan.

Penjaga Tol: “Ini Pak, kembaliannya 17 ribu.”

Tommy: “Sudahlah, simpan aja buat sekolah anak anda.”

Penjaga langsung memasukkan kembalian itu ke kantongnya dan berterima kasih banyak ke Tommy.

Setelah beberapa jam Soeharto dengan mobilnya lewat jalan tol.

Soeharto mengeluarkan uang 5000 rupiah dan disodorkan ke penjaga tol. Soeharto menunggu uang kembaliannya itu dan setelah menunggu 5 menit, ditanyanya kepada penjaga tol:

Soeharto: “Lho, mana uang kembalian saya?”

Penjaga Tol: “Ah Bapak, masa uang 2000 rupiah aja dibalikin. Tadi bu Tutut dan pak Tommy lewat kembaliannya 47 ribu dan 17 ribu aja diberikan ke saya, masa Bapak yang 2000 aja minta kembalian??”

Soeharto: “Tunggu dulu mas!! Anda tau sapa Tutut dan Tommy??”

Penjaga Tol dengan cekatan menjawab: “Yach tahu Pak! Pertanyaan gampang tho, jelas Tutut dan Tommy tuh Anaknya Presiden.”

Soeharto: “Pinter kamu, tahu mereka anak Presiden. Nah sedangkan saya kan cuma Anak Petani!! Sekarang, mana kembalian saya?!”

Kamis, 22 Juli 2010

Hati-Hati Waktu Di WC

Kemarin gue pergi ke sebuah Mall… Nongkrong sama temen2…

Entah kenapa tiba-tiba perut terasa mulas. Langsung saja gue masuk ke WC yang saat itu kebetulan sepi.

Belum semenit duduk, saya denger suara bapak-bapak berkata : “Gimana dik? baik-baik aja?” Kedengarannya dari WC sebelah.

Kaget juga, karena gue nggak biasa ngobrol sama orang yang belum dikenal, maka saya jawab aja: “Ya, baik.”

Eh, tau-tau dia nanya lagi : “Sekarang gimana, sudah terasa lega?”

Wah pertanyaan macam apa sih itu? Ada-ada saja. Baru juga nongkrong semenit, jadi gue jawab sekenanya aja… : “Lumayan Pak, untung gak ngantri…”

Dia jawab lagi : “Sama dong… tapi saya ada masalah dikit nih.”

Gue jadi mulai curiga, lalu gantian gue yang tanya : “Masalah apa, pak?”

Dia langsung jawab : “Iniii lho diajenggg… ada orang culun di WC sebelah ikut-ikutan ‘njawab pertanyaan saya, gimana kalo nanti saya telpon lagi? Ya… sampai nanti…”

Tiga Sahabat

Ada tiga sahabat, satunya kura-kura, satu lagi kodok, terus satunya lagi ular kaki seribu .

Suatu hari kura-kura mengundang dua temennya ke rumahnya buat pesta kecil-kecilan .

So, mereka bertiga bikin pesta kecil di rumah kura-kura .

Setelah asyik ngobrol, makan, minum dan lain-lain, si kodok berkata :

“Eh, dari tadi kayaknya ada yang kurang ya . elu pada ngerasa gak ? Oh iya, kita kok gak ngerokok ya . pantesan mulut asem banget nih .”

Kura-kura: “Iya ya… sorry gue lupa nggak nyediain rokok… kalo gitu lu beli aje deh ‘Dok… warungnya deket kan…!”

Kodok: “Lho koq gue sih… kan tuan rumahnya elu ‘Ra…”

Kura-kura: “Iya sih… tapi kan gue jalannya lambat. Kalo elu kan bisa cepet…!!”

Kodok: “Ah… nggak bisa gitu donk!! Lagian kalo soal cepet… pasti si Ular Kaki Seribu lebih cepet dari gue… kakinya aja ada seribu!!!”

Kura-kura: “Oh iya ya.. Elu aja deh yang pergi, Ular Kaki Seribu…”

Ular Kaki Seribu: “Koq jadi gue sih…”

Kodok: “Udah… nggak apa-apa… elu aja… buruan…”

Akhirnya si Ular Kaki Seribu pergi juga untuk membeli rokok.

Si Kodok dan Kura-kura nungguin sambil ngegosipin artis-artis lokal. Lima menit menunggu….si Ular Kaki Seribu belum datang juga… 10 menit… 20 menit… satu jam… dan ternyata sampe tiga jam Ular Kaki Seribu gak nongol-nongol juga.

Kodok: “Koq Ular Kaki Seribu nggak pulang-pulang ya..?”

Kura-kura: “Iya nih… gue jadi kuatir… kita susulin aja yuk, Dok…!”

Kodok: “Ayuk deh..!”

Tapi pas si kura-kura buka pintu… ternyata Ular Kaki Seribu udah ada di depan pintu.

Kura-kura: “Nah ini dia…!”

Kodok: “Iya nih dari tadi ditungguin juga… mana rokoknya. Mulut gue udah asem banget nih…?!”

Ular Kaki Seribu: “Boro-boro rokok… jalan aja belom…!!”

Kodok: “Haah belom jalan?! Emangnya dari tadi ngapain aja…?

Ular Kaki Seribu: “Yeeeeeeeee… elu nggak liat nih… gue lagi PAKE SEPATU!!!

· · · · · · · · · ·

Minggu, 18 Juli 2010

Ambil Aja Kembaliannya

Di Riau, yang namanya becak, lain banget ama becak di Jawa .

Becak di riau itu ditarik dari depan .

Jadi si abang becak ada di depan, dan penumpangnya duduk di belakang .

Para abang becak di sana telah mengenal 1 daerah yang konon katanya angker abis, pokoknya jarang ada orang yang mau lewatin tuh jalan .

Jam sembilan malem aja biasanya udah sepi kaya jam 12 malem, cuma ada suara lolongan anjing-anjing kedinginan .

Suatu ketika, ada seorang abang becak yang baru pulang nganterin penumpang, dan entah gimana, jalan buat balik ke rumah yang biasanya dia lewatin, ditutup karena ada kondangan .

Akhirnya dia dengan terpaksa melewati jalan angker tersebut dengan hati yang berat .

Eh, pas di tengah-tengah jalan, tiba-tiba ada seorang gadis yang cuuantiiiiikkkkkkkk banget, kaya siti nurhaliza yang pake baju putih, wajahnya agak pucet, rambutnya panjang sepinggang, dan gadis tersebut sangat wangi, kaya orang abis mandi kembang .

Gadis itu menghentikan becaknya si abang .

Si abang yang merinding setengah mati, akhirnya mau juga berhenti, walaupun keringat dingin udah mengalir .

Gadis tersebut minta dianter sampai ke ujung jalan .

Karena saking ketakutan si abang gak berani komentar saat si gadis menaiki becaknya.

Berhubung si abang udah ketakutan setengah mati, dia menarik becaknya sekencang mungkin. Begitu sampai di ujung jalan, si abang merasa, becaknya enteng seperti tidak ada penumpangnya ."Mampus deh gw !!" Lalu dia menengok ke belakang .

"NAH LHO !!!" Gadis tersebut ngilang . Si abang makin takut dong .

Besok malamnya, entah gimana, si abang becak kepaksa lewat jalan angker itu lagi .

Di sana, biasanya kalo acara kondangan ampe tujuh hari tujuh malem .

Dan sekali lagi apes banget ketemu ama gadis yang semalem .

Sama seperti kejadian kemarin, gadis tersebut minta diantar ke ujung jalan. Si abang yang udah makin takut saja karena peristiwa kemaren malem, makin ngebut membawa becaknya. “Moga-moga gw gak diapa-apain”, batinnya.

Eh… pas lagi ngebut-ngebut gitu, tiba-tiba gadis tersebut nepok bahu si abang becak. Wah… si abang kaget setengah mati, hampir aja dia loncat dari becaknya!! Begitu dia berhenti dan nengok belakang… si gadis cantik berkata, “Bang, bawa becaknya pelan-pelan aja, entar saya jatuh lagi lho… kaya kemaren! Liat jidat saya lecet nih!!”

Wah… bener-bener lega si abang, ternyata tuh cewe bukan setan!! :D

“Maap ya neng, saya kira eneng setan!” kata si abang.

Si gadis jawab, “Ya udah bang kali ini saya maapin, laen kali jangan ngebut-ngebut lagi ya! Mana punggung udah bolong… jidat lecet lagi! Biar saya setan juga bawa duit kali, udah gak jaman bayar pake daun! saya naik becak bukannya karena gak bisa terbang, tapi takut rambut saya rusak! Kaya’ gak tau orang mau kondangan apa??! Ya udah nih duitnya! Ambil aja kembaliannya…”

Si abang becak langsung pingsan di tempat.